KAMPUSBET – Neymar Sengaja ‘Dihilangkan’ dari Medsos PSG?

Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET

Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET – Neymar Sengaja ‘Dihilangkan’ dari Medsos PSG?

 

Neymar sudah bergabung dengan skuat Paris Saint-Germain. Namun, informasi pemain Brasil itu diklaim dihilangkan dari lini masa media sosial klub. Benarkah?

Neymar baru bergabung dengan skuat PSG untuk menjalani pramusim pada 15 Juli. Ia telat sepekan, dari agenda pemusatan latihan Les Parisiens yang dimulai sejak 8 Juli. Kini, pemain 27 tahun itu sudah bertolak ke China bersama rombongan untuk memulai tur Asia.

Kendati berstatus bintang utama PSG, Neymar justru tak mendapat sambutan, bahkan untuk sebuah unggahan khusus di media sosial PSG, baik Instagram, Twitter, atau Facebook. SPORT mengklaim, Neymar sengaja dihilangkan dari timeline semua akun media sosial klub.

Jika diperhatikan, memang tidak ada satu pun unggahan khusus Neymar di media sosial PSG pada masa pramusim kali ini. Pemain Brasil itu hanya tampak sesekali di video yang diunggah klub, itu pun Neymar tidak menjadi fokus utamanya.

 

Baca Juga :

Beda dengan Mayweather, Pacquiao Tak Pilih Lawan

 

Padahal, Neymar punya daya tarik yang bagus dari sisi marketing. Follower Neymar di media sosial juga cukup banyak, yakni 123 juta di Instagram, 43,9 juta di Twitter, serta 60 juta di Facebook.

SPORT mengklaim, Neymar akhirnya menginformasikan sendiri kedatangannya di PSG. Di Twitter keduanya, @NeymarJrSite, eks pemain Santos dan Barcelona itu mengunggah foto-foto latihannya di PSG, sesuatu yang tidak diinformasikan klub.

Sikap PSG ini diklaim unik, sebab berkebalikan dari klub-klub Eropa lainnya. Biasanya, klub justru terus menyoroti sang bintang di media sosialnya.

Namun anggapan terkuatnya adalah, PSG sengaja menghilangkan Neymar di media sosial sebagai imbas dari kisruh rumor transfer sang pemain. Ya, Neymar sedang dirumorkan ingin meninggalkan PSG, dengan sejauh ini dirumorkan ke akan kembali ke Barcelona, Real Madrid, hingga ke Juventus. Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET

KAMPUSBET – Beda dengan Mayweather, Pacquiao Tak Pilih Lawan

Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET

Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET – Beda dengan Mayweather, Pacquiao Tak Pilih Lawan

 

Presiden MP Promotions, Sean Gibbons menyebut Manny Pacquiao adalah petinju yang berani menghadapi petinju manapun di dunia ini, beda halnya dengan Floyd Mayweather.

Pacquiao telah membuktikan bahwa ia tetap jadi petinju papan atas dengan mengalahkan Keith Thurman. Pacquiao sukses memberikan kekalahan perdana dalam karier Thurman.

Saat menghadapi Thurman, Pacquiao sudah berumur 40 tahun, sepuluh tahun lebih tua dari Thurman.

“Efek kemenangan ini sama besarnya seperti kemenangan-kemenangan besar lain yang pernah didapat Pacquiao. Ia bisa menghadapi Keith Thurman yang 10 tahun lebih muda.”

“Pacquiao membuktikan bahwa ia masih bisa bertarung di level tertinggi dengan tinju dan kecepatan kakinya. Dia memulai dekade lalu dengan sejumlah kemenangan hebat melawan Ricky Hatton dan Miguel Angel Cotto,” ujar Gibbons seperti dikutip dari ESPN.

 

Baca Juga :

Taufik Hidayat Minta Pelatih Jojo dan Ginting Diganti, Begini Respon Susy

Susanti

 

Berdasarkan hal tersebut, Gibbons yakin bahwa Pacquiao akan lebih punya reputasi dibandingkan Mayweather.

“Sejarah akan berbicara tentang pencapaian Manny Pacquiao. Floyd bisa terus menjaga rekor 50-0 miliknya sepanjang waktu. Namun rekor 62-7 milik Pacquiao lebih impresif karena dia berani menghadapi tantangan terbesar dan terbaik.”

“Pacquiao bertarung dengan semua orang dan siapapun. Pacquiao bertarung dengan lawan yang tengah berada di usia emas. Pacquiao tak pernah berkata tidak karena Pacquiao menghadapi semua lawan. Floyd adalah tipe petinju yang pilih-pilih lawan, sedangkan Pacquiao, tidak,” ucap Gibbons.

Meski sudah berusia 40 tahun, Pacquiao belum menunjukkan minat untuk pensiun. Pacman bahkan seolah mendapatkan energi baru untuk menekuni kariernya sebagai petinju saat ini.

Pacquiao bahkan disebut bakal menghadapi Amir Khan di akhir tahun ini namun kabar tersebut masih sebatas rumor. Sedangkan peluang rematch Pacquiao lawan Mayweather, hal tersebut masih sulit terwujud. Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET

KAMPUSBET – Taufik Hidayat Minta Pelatih Jojo dan Ginting Diganti, Begini Respon Susy Susanti

Kampusbet Agen Judi Bola

Kampusbet Agen Judi Bola – Taufik Hidayat Minta Pelatih Jojo dan Ginting Diganti, Begini Respon Susy Susanti

 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti, menilai usulan pergantian pelatih bagi Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie butuh pertimbangan banyak faktor.

“Kita melihat banyak faktor yang dinilai, tidak hanya saat kalah. Kita juga lihat saat kemenangan seperti apa,” kata Susy di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Permintaan untuk mengganti pelatih sebelumnya diungkapkan mantan atlet bulu tangkis nasional, Taufik Hidayat, setelah kecewa dengan kekalahan Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Indonesia Open 2019.

Anthony kandas di babak kedua oleh atlet nonunggulan asal Thailand Kantaphon Wangcharoen Sementara langkah Jonatan terhenti di babak perempat final setelah takluk oleh lawan asal Taiwan, Chou Tien Chen.

Menurut Susy masukan terkait pergantian pelatih yang disampaikan Taufik Hidayat melalui sejumlah media massa merupakan bentuk perhatian dari seorang legenda bulu tangkis terhadap keberlangsungan prestasi nasional.

 

Baca Juga :

300 Anak Muda Disiapkan Jadi Race Official MotoGP di Mandalika

 

“Tentunya masukan dari para legenda sangat luar biasa, tapi kita lihat secara teknis, kalahnya seperti apa. Kalau lihat pada saat menang sebulan lalu, all Indonesian final di New Zealand, perlu jadi pertimbangan juga,” kata Susy.

PP PBSI, kata Susy, akan mengevaluasi penampilan pebulu tangkis nasional usai perhelatan SEA Games 2019 dari sisi permainan, kesiapan, hingga mencermati situasi kritis poin.

“Namanya pertandingan, ada menang, ada kalah. Contohnya Kento Momota kalah dari pemain yang non unggulan. Dalam hal olahraga menang dan kalah itu pasti dan hal biasa,” katanya.

Susy menyebut hal terpenting adalah mengetahui di mana kelemahan sang atlet dan memperbaikinya.

“Kita sebagai pelatih ingin agar prestasi anak asuhnya terus meningkat. Kita lihat tahun ini Jonatan sudah dua kali juara, Ginting dua kali final, secara rangking tempati 6 dan 7 dunia,” katanya. Kampusbet Agen Judi Bola

KAMPUSBET – 300 Anak Muda Disiapkan Jadi Race Official MotoGP di Mandalika

Kampus Bet Agen Judi Bola

Kampus Bet Agen Judi Bola – 300 Anak Muda Disiapkan Jadi Race Official MotoGP di Mandalika

 

Sebanyak 300 anak muda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dikirim k Sirkuit Sepang, Malaysia untuk mengikuti pelatihan menjadi Race Officials MotoGP 2021.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah dengan keberadaan KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat, anak muda harus bisa mengambil peran dan tidak boleh kehilangan kesempatan.

“Anak-anak muda NTB tak boleh seperti anak ayam yang mati di lumbung padi. Kami sepakat bahwa masyarakat lokal tak boleh jadi penonton. Anak-anak muda NTB harus aktif dan berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di daerahnya sendiri,” ujar Zul seperti dikutip Bisnis.com dalam keterangan resmi yang diterima di Mataram, Sabtu (20/7/2019).

PT Indonesia Tourism Development Corporation selaku BUMN pengelola kawasan KEK Mandalika akan memprioritaskan untuk mengirim 150 anak muda asal Lombok Tengah dan 150 orang sisanya akan berasal dari daerah lain di NTB.

 

Baca Juga :

Bos Ducati Bantah GP19 Kehilangan Kekuatan

 

Dalam kunjungan kerjanya untuk meninjau lokasi sirkuit MotoGP di kawasan Mandalika beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo optimistis dengan progres pembangunan saat ini dan menargetkan event tersebut bisa dilaksanakan perdana di Sirkuit Mandalika pada 2021 mendatang.

Terkait persiapan pembangunan street circuit Mandalika ini, sudah dilaksanakan sejumlah kegiatan seperti survei lokasi, topografi, pemasangan pagar, pembebasan lahan, serta penyusunan desain sirkuit atau homologasi.

Selesai proses homologasi, akan dilanjutkan dengan proses penyusunan Detail Engineering Desain (DED). Pembangunan badan jalan sendiri ditargetkan dimulai pada Oktober 2019 dan selesai pada triwulan II/2020.

Proyek akan dilanjutkan oleh Vinci Construction Grand Project selaku investor Kompleks Street Circuit Mandalika sehingga sirkuit ditargetkan bisa beroperasi pada 2021. Kampus Bet Agen Judi Bola

KAMPUSBET – Bos Ducati Bantah GP19 Kehilangan Kekuatan

Kampus Bet

Kampus Bet – Bos Ducati Bantah GP19 Kehilangan Kekuatan

 

Gigi Dall’Igna selaku General Manager Ducati Corse sudah mengetahui kelemahan terbesar dari motor yang menjadi tunggangan Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Pria brewok itu meyakini bahwa solusi dapat ditemukan.

Tugas Ducati dalam pertarungan perebutan gelar juara MotoGP terbilang sulit ketimbang dua tahun sebelumnya. Pada 2017 dan 2018, pabrikan Italia yang bermarkas di Borgo Panigale itu berhasil mengumpulkan 13 kemenangan dan Dovizioso sukses menjadi runner up dalam dua musim beruntun.

Tapi tahun ini, tugas tim Ducati menjadi lebih sulit. Ini bukan karena kuda besi Desmosedici GP19 telah kehilangan kekuatannya. Sebaliknya, Suzuki dan Yamaha telah membuat kemajuan.

Hal ini membuat para insinyur Ducati bekerja lebih keras pada kelemahan terbesar motor, terutama pada segi manuver saat pembalap berbelok di tengah kurva. Ini adalah masalah yang telah mengganggu tim selama bertahun-tahun.

 

Baca Juga :

Jonatan Christie Kandas di Perempatfinal Indonesia Open

 

Tetapi Dall’Igna yakin ada solusinya. “Anda harus melakukan yang terbaik untuk mencoba menyelesaikan masalah pembalap sebaik mungkin tanpa mengorbankannya di area lain. Tentu saja, terkadang itu tidak mungkin dan Anda harus menemukan kompromi antara apa yang Anda inginkan dan apa yang dapat Anda miliki,” jelasnya dikutip dari Speedweek, Sabtu (20/7/2019).

“Tentu, itu tidak mudah dan butuh waktu, dan selama beberapa tahun terakhir, kami tidak hanya mampu meningkatkan akselerasi, tetapi kami juga telah membuat kemajuan dalam kecepatan menikung. Untuk meningkatkan motor, Anda perlu ide. Dan saya ingin meningkatkan motor di area yang memberikan perhatian terbesar kepada pembalap,” tambah pria asal Italia itu.

Meski demikian, Dall’Igna membocorkan bahwa pihaknya sedang berkonsentrasi pada masalah di sektor lain. Jadi tim dan para insinyur sedang mempertimbangkannya, sebab itu dapat memiliki efek menguntungkan pada waktu putaran.

“Jadi selalu ada kompromi antara keinginan pembalap dan ide mereka sendiri saat itu. Terkadang ide Anda yang Anda butuhkan untuk membuat pembalap senang. Dan terkadang itu solusi lain yang juga mengarah pada peningkatan,” imbuh Dall’Igna.

KAMPUSBET – Jonatan Christie Kandas di Perempatfinal Indonesia Open

Kampusbet

Kampusbet – Jonatan Christie Kandas di Perempatfinal Indonesia Open

 

Jonatan Christie kandas di babak perempatfinal Indonesia Open 2019. Indonesia tak memiliki satupun wakil tunggal putra di semifinal.

Dalam pertandingan yang bergulir di Istora, Jumat (19/7/2019), Jonatan kesulitan menghadapi Chou Tien Chen (Taiwan). Jonatan tumbang 21-16, 18-21, dan 14-21.

 

Baca Juga :

Rossi Cepat dan Berani di MotoGP, tetapi Tua

 

Kekalahan Jonatan membuat Indonesia tak lagi memiliki di sektor ganda putra pada semifinal Indonesia Open. Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto tersingkir lebih dulu.

Bagi Jonatan, kekalahan tersebut memangkas keunggulan atas Tien Chen menjadi 2-6. Salah satu kemenangan didapatkan Jonatan di final Asian Games 2018 Jakarta.

Kekalahan sebelumnya dituai Jonatan di Piala Sudirman 2019. Kemenangan terakhir dituai Jonatan atas Tien Chen di Australia Open 2019. Kampus Bet

KAMPUSBET – Rossi Cepat dan Berani di MotoGP, tetapi Tua

Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET

Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET – Rossi Cepat dan Berani di MotoGP, tetapi Tua

 

Mantan teknisi MotoGP Juan Martinez menyebut Valentino Rossi masih memiliki kecepatan dan keberanian untuk menjadi juara dunia, namun sudah tidak memiliki lagi dorongan bawah sadar karena usia.

Memasuki usia 40, Rossi menjadi pebalap tertua di MotoGP 2019. Setelah satu dekade menjadi juara dunia, pebalap tim Yamaha itu masih mengincar gelar juara dunia kedelapan di ajang balap motor kelas utama.

Untuk sementara dalam klasemen MotoGP 2019, Rossi kehilangan daya saing. The Doctor berada di peringkat keenam dengan nilai 80 dan tercatat tiga kali gagal finis.

Menurut Martinez, Rossi masih memiliki kemampuan bersaing di barisan terdepan. Tetapi ada faktor yang tidak bisa dilawan pebalap asal Italia tersebut.

 

Baca Juga :

Emery Klaim Arsenal Ingin Beli 3-4 Pemain Berharga Mahal

 

“Sulit untuk mengatakan apa yang salah dengan Valentino saat ini. Satu-satunya hal yang terjadi adalah waktu berlalu untuk semua orang. Seharusnya ini tidak mengurangi apa yang sudah ia lakukan,” kata Martinez dikutip dari Marca.

“Untuk menjadi juara dunia dibutuhkan kecepatan, keberanian, dan kadang-kadang bahkan alam bawah sadar, jelas semuanya terkait dengan bakat. Jika Anda termakan usia itu akan memengaruhi ketidaksadaran, dan pada waktu-waktu tertentu, itu membuat batasan pada diri Anda,” paparnya.

Martinez tidak menyalahkan pilihan Rossi terus membalap dan bersaing dengan pebalap-pebalap yang jauh lebih muda dan malah justru memberi penilaian positif.

“Kita harus mengapresiasi apa yang telah Valentino beri kepada kita, ini adalah hidup dan Anda tidak bisa melawannya. Akan menyenangkan jika dia berada di usia yang sepantar dengan yang lainnya, bagi olahraga kita ini akan fantastis.”

“Tetapi saya percaya baginya kita mulai mendekat pada akhir bukan awal,” jelas Martinez. Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET

KAMPUSBET – Emery Klaim Arsenal Ingin Beli 3-4 Pemain Berharga Mahal

Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET

Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET – Emery Klaim Arsenal Ingin Beli 3-4 Pemain Berharga Mahal

 

Pelatih Arsenal, Unai Emery, mengklaim The Gunners sedang berusaha merekrut sejumlah pemain berharga mahal pada bursa transfer musim panas 2019. Perkataan itu diucapkan demi meredam kemarahan para penggemar akibat lambannya pergerakan klub.

Sejumlah penggemar Arsenal mengekspresikan kemarahan mereka dengan menuntut adanya perubahan pada jajaran manajemen. Kekesalan ditujukan kepada sang pemilik, Stan Kroenke, yang dinilai pelit mengeluarkan uang untuk bursa transfer.

Mencoba meredamkan amarah fans, Unai Emery mengatakan klub sedang berusaha mendatangkan para pemain berharga mahal. Setidaknya, klub yang bermarkas di London Utara itu menargetkan 3-4 pemain untuk dibeli di lantai bursa.

 

Baca Juga :

Marquez Dinilai Telah Jadi Pembalap Spesial sejak Debut di MotoGP

 

“Target kami adalah membeli 3-4 pemain yang bisa meningkatkan tim dan skuad. Kami punya cukup pemain yang bagus dan pemain muda yang bisa berkembang. Pemain lain yang datang nantinya diharapkan dapat membantu kami,” tutur Unai Emery, mengutip dari BBC, Rabu (17/7/2019).

“Kami sangat, sangat menuntut, dan sedang mencari kemungkinan merekrut pemain-pemain besar berharga mahal,” imbuh juru taktik asal Spanyol tersebut.

Sejauh ini, Arsenal baru merekrut satu pemain, yakni Gabriel Martinelli. Keterbatasan anggaran transfer, yakni hanya 40 juta poundsterling (setara Rp693 miliar) membuat klub tidak leluasa bergerak merekrut pemain incaran. Seretnya dana tersebut lantas membuat para penggemar gerah dan menyerukan pergantian hirarki. Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET

KAMPUSBET – Marquez Dinilai Telah Jadi Pembalap Spesial sejak Debut di MotoGP

Kampusbet Agen Judi Bola

Kampusbet Agen Judi Bola – Marquez Dinilai Telah Jadi Pembalap Spesial sejak Debut di MotoGP

 

Mantan pembalap motor grand prix, Julion Simon, mengomentari penampilan impresif Marc Marquez di MotoGP. Ia mengaku tak terkejut melihat kegemilangan Marquez saat ini karena sang pembalap sendiri telah menjadi rider yang istimewa sejak debut di kelas MotoGP pada 2013.

Marquez menorehkan karier gemilang di ajang MotoGP. Sejak debut di kelas tersebut pada 2013 sampai saat ini, perfomanya tak sedikit pun meluntur. Alhasil, lima gelar juara di MotoGP telah berhasil dikantonginya.

Gelar juara pertama di MotoGP didapat Marquez pada musim debutnya. Di musim perdananya mentas bersama Honda, ia berhasil menyita perhatian publik karena dengan statusnya sebagai pembalap rookie enam kemenangan dan 10 podium dapat dikantonginya kala itu.

 

Baca Juga :

Jelang Indonesia Open, Bintang China Bidik Rekor Butet

 

Penampilan impresif Marquez pun berlanjut sampai saat ini. Karena itu, peluang meraih gelar juara keenam pada musim ini terbuka sangat lebar. Kini, ia tengah bertengger di puncak klasemen sementara MotoGP 2019 dengan 185 poin, unggul 58 angka dari Andrea Dovizioso yang duduk di tempat kedua.

Melihat catatan yang begitu impresif ini, Simon tak terkejut. Sebab, ia telah mengetahui betul kualitas Marquez sebagai pembalap. Kemampuannya yang gemilang telah diperlihatkan sejak masih membalap di kelas Moto2.

“Ketika saya pertama kali bertemu Marc (Marquez), dia masih sangat muda. Meski begitu, saya tahu sejak awal bahwa dia adalah pembalap yang spesial. Di pit, dia selalu mendengarkan mekanik dan manajer timnya dengan penuh perhatian dan yang paling tidak biasa adalah komentarnya tentang pengaturan motor, sangat tepat dan sensitif,” ujar Simon, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Selasa (16/7/2019).

“Pada 2011 dan 2012, kami melaju di Moto2. Bahkan di sana, saya sudah dapat melihat jelas betapa istimewanya dia. Dia mampu mengendalikan ban depan dengan baik di tikungan. Dia membuat beberapa kesalahan saat itu, tetapi tidak pernah jatuh seperti yang dia lakukan di MotoGP, saat ini,” tukasnya. Kampusbet Agen Judi Bola

KAMPUSBET – Jelang Indonesia Open, Bintang China Bidik Rekor Butet

Kampus Bet Agen Judi Bola

Kampus Bet Agen Judi Bola – Jelang Indonesia Open, Bintang China Bidik Rekor Butet

 

Atlet badminton ganda campuran asal China, Zheng Siwei berusaha mendekati rekor catatan prestasi legenda bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir, jelang Indonesia Open 2019.

Buat Siwei, Liliyana merupakan mantan atlet badminton yang luar biasa. Selain jadi anutan bagi pebulutangkis nasional, sosok pemain yang akrab disapa Butet itu ternyata juga jadi contoh baik bagi para atlet badminton muda internasional.

“Liliyana adalah salah satu pemain yang luar biasa. Raihannya sangat sulit untuk dilampaui pemain saat ini. Sekarang yang bisa saya lakukan adalah selangkah demi selangkah mendekati prestasi yang pernah dibuat Liliyana,” ucap Zheng Siwei saat konferensi pers jelang Indonesia Terbuka 2019 di Istora Senayan, Senin (15/7).

Di Indonesia Terbuka 2019, Zheng Siwei yang berpasangan dengan Huang Yaqiong tampil sebagai unggulan pertama. Tahun lalu, keduanya terhenti di semifinal usai kalahkan wakil Malaysia, Chang Pen Soon/Goh Liu Ying 21-18, 21-16 di perempat final.

 

Baca Juga :

Anies Klaim Jakarta Terpilih Jadi Tuan Rumah Formula E 2020

 

Sepanjang kiprahnya, Zheng Siwei/Huang Yaqiong belum pernah meraih gelar Indonesia Terbuka di Istora. Pebulutangkis 22 tahun itu menyebut bakal berusaha sekuat tenaga untuk bisa meraih gelar juaranya di Istora Senayan tahun ini.

Di babak pertama tahun ini, keduanya bakal berhadapan dengan kompatriot mereka, He Ji Ting/Du Ye. Jika perjalanannya mulus, Zheng Siwei/Huang Ya Qiong bakal berhadapan dengan wakil Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva di perempat final.

“Lawan terberat adalah lawan di setiap pertandingan. Saya ingin sekali bertemu Praveen/Melati di perempat final kalau semua lancar-lancar saja,” terang Siwei.

Soal persaingan, Siwei menyebut sangat berat. Terlebih persaingan di ganda campuran saat ini kian merata dan hampir semua negara peserta punya atlet terbaik di tiap sektor.

“Semua lawan sangat berat, yang penting kami melakukan persiapan baik. Hasil bukan yang paling penting. Tentu saya berusaha merebut gelar juara kali ini.”

“Indonesia Terbuka punya poin tinggi, kalau juara ke depan lebih gampang. Kami akan berusaha sebaik mungkin karena sebelumnya kami belum pernah ambil juara di sini,” tutupnya. Kampus Bet Agen Judi Bola